Strategi Pengembangan Diri

Oleh : Risa Apriani
Pengurus PMII PK Persiapan INAIS Bogor

Apa si itu berkembang ?  kita ilustrasikan pada suatu bunga dan pohon. Bunga dan pohon yang berkembang subur pasti akan terlihat indah dan tentu akan menghasilkan zat yang akan dikumpulkan oleh kumbang sehingga menjadi madu yang bermanfaat. Begitu pula dengan diri kita, jika kita di pupuk dengan sesuatu yang baik yaitu dengan mengembangkan bakat dan potensi, maka tentunya akan menghasilkan sesuatu yang dikembangkan itu bermanfaat untuk diri kita sendiri dan orang lain.
Pengembangan diri adalah Upaya atau proses melakukan analisa tentang slot untuk memformulasikan, mengimplementasikan dan mengevaluasi kebijakan yang kita buat terhadap diri kita untuk mencapai tujuan hidup yang dicita-citakan.
untuk melakukan pengembangan diri tentunya harus ditempuh dengan beberapa proses, berikut ini merupakan kiat-kiat pengembangan diri, diantaranya yaitu dengan :
1. Pahami potensi diri
2. Miliki rasa ingin tahu yang besar
3. Baca peluang dengan cermat
4. Berkomunikasi secara efektif
5. Hargai keragaman dan karya orang lain
6. Bangun jaringan seluas-luasnya

Kita harus yakin terhadap diri kita bahwa bisa untuk berkembang. Menurut Coovey (1933) : optimisme seorang kader (anggota organisasi) memiliki komitmen yang kuat untuk melakukan perubahan yang berdasar pada 4 potensi, diantaranya yaitu :
1. Kesadaran hati nurani
2.Hati nurani
3. Kehendak bebas
4. Imajinasi yang kreatif

Strategi terhadap pengembangan diri konsepnya melibatkan baik kegiatan formal maupun non formal. Salah satunya kader PMII bisa melakukan pengembangan diri  dengan Strategi pengembangan Internal dan eksternal.
Strategi pengembangan Internal

1). Peningkatan SDM KOPRI

A.  Melaksanakan kaderisasi KOPRI ( Sekolah Islam dan Gender (SIG), Sekolah Kader Lanjutan (SKK), SKKN ).
B.  Mendorong budaya ilmiah dengan mengikuti pelatihan pengembangan, penelitian, advokasi, dan diskusi-diskusi rutin.
C. Adanya klasifikasi potensi kader dan dikembangkan melalui kaderisasi.
D.  Adanya distribusi kader sesuai dengan potensinya masing-masing.

2). Penguatan Institusi KOPRI

A). Adanya panduan institusi khusus untuk penanganan permasalahan perempuan dengan lahirnya LP3A ( lembaga pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak).
B.  Adanya panduan untuk membekali gerakan kultural KOPRI dengan adanya buku dakwah KOPRI.
C.  Adanya institusi KOPRI di setiap level kepengurusan (PB, PKC, PC, PK, Rayon).
D.  Adanya SDM pengurus yang memadai sesuai potensi dan tugasnya berbasis wilayah, seperti : advokasi kesehatan koperasi, DLL.
3). Penguatan jaringan alumni KOPRI

4).Penguatan ideologi dan narasi gerakan KOPRI

Strategi pengembangan eksternal
Strategi pengembangan eksternal ini merupakanUpaya adanya aksi dan konsolidasi gerakan KOPRI dalam rangka menuju masyarakat yang berkeadilan gender, yaitu dengan :
1. Membaca situasi lokal
2. Membaca situasi nasional
3. Membaca situasi internasional

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEORGANISASIAN DAN SEJARAH PMII

"implementasi Manhajul Fikr Ke dalam Manhajul Harokah"

ASWAJA DALAM RUANG LINGKUP PMII